Selasa, 09 November 2010

Promotions My Warnet….

Present… (^_^)/

Jl.Citayam Raya
(Ratu Jaya) Rt.05/02 No.4
Depok Lama

Daftar Harga

Personal ….2.500 /30 menit



Paket 1 Jam……....2.500

Paket 2 Jam ………5.000

Paket 3 Jam ………7.000

Pakat 5 Jam………10.000

Paket 8 Jam ……..15.000

Paket 10 Jam……17.000



Paket Begadang 9 Jam………10.000

(mulai dr Jm 8 mlm s/d 5 pagi)



Pahe Begadang 12 Jam …15.000

(mUlai dr Jm 8 mlm s/d Jm 8 Pagi)
Promotions Warnet….

Present… (^_^)/

Cad@s.Net 2

Jl.Citayam Raya
(Ratu Jaya) Rt.05/02 No.4
Depok Lama















































Johnny Depp Minta  
Adegan Seks dengan Jolie
LOS ANGELES- Johnny Depp minta agar adegan seks dengan Angelina Jolie di film The Tourist, dibuang. Pasalnya, adegan itu menyakiti hati pasangan Johnny, Vanessa Paradis.

Dalam adegan intim itu, Johnny dan Jolie mandi bareng di bawah pancuran. Johnny khawatir jika Vanessa melihatnya akan kecewa dan stres.

Sumber yang disitat Showbizspy, Selasa (9/11/2010), mengatakan, "Pada akhirnya, Johnny berharap adegan itu dihapus. Dia akan menemui produser dan merayunya supaya adegan itu tidak disertakan dalam film The Tourist."

Menurut sumber, di depan produser, Johnny menyebutkan kalau adegan intim itu justru akan membuat film terkesan murahan. "Pokoknya, Johnny akan berusaha agar adegan itu dibuang dari film," imbuh sumber.

Sepanjang syuting film The Tourist yang dibintangi Jolie dan Johnny, diwarnai beragam gosip. Yang paling panas adalah isu Jolie berusaha menggoda Johnny dan merebutnya dari Vanessa Paradis. Jolie ingin memiliki Johnny dengan menggunakan cara yang sama saat merayu Pitt agar menceraikan Jennifer Aniston.

Saking kencangnya rumor itu berhembus, Pitt sampai mengawal Jolie sepanjang syuting yang di gelar di Venice, Italia, dan Prancis itu. Film yang merupakan remake dari film Prancis yang berjudul Anthony Zimmer itu akan dirilis di Amerika Serikat, 10 Desember 2010.
InfO
Health…!
Teh Hijau Tidak Terbukti Bisa
            Cegah Kanker Payudara
KANDUNGAN antioksidan dalam teh hijau telah lama diketahui dapat mencegah berkembangnya sel kanker. Namun penelitian terbaru di Jepang menunjukkan tidak ada hubungan sama sekali antara konsumsi teh hijau dengan risiko menderita kanker payudara.

Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan bahwa konsumsi teh hijau dapat membantu melindungi wanita dari kanker payudara. Hal itu karena kandungan senyawa polifenol yang terkandung dalam teh hijau memang bisa melindungi payudara dari serangan kanker.

Polifenol tergolong dalam antioksidan yang sangat ampuh. Senyawa ini akan menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Namun, penelitian dalam skala besar terbaru di Jepang menunjukkan temuan yang berbeda. Minum teh hijau sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kesehatan payudara.Hasil temuan ini diterbitkan secara online dalam edisi 28 Oktober jurnal Breast Cancer Research.

"Kami tidak menemukan hubungan secara menyeluruh antara asupan teh hijau dan risiko kanker payudara di kalangan wanita Jepang yang terbiasa minum teh hijau," kata pemimpin penelitian, Dr Motoki Iwasaki, dari bagian epidemiologi dan pencegahan di Research Center for Cancer Prevention and Screening of the National Cancer Center di Tokyo, Jepang.

"Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau yang diminum secara rutin tidak mungkin untuk mengurangi risiko seseorang menderita kanker payudara," katanya seperti dikutip laman Healthday.com.

Untuk penelitian ini, anggota tim Iwasaki mengumpulkan data dari 53.793 wanita yang disurvei antara 1995 dan 1998. Mereka mengajukan pertanyaan berapa banyak para partisipan tersebut mengonsumsi teh hijau.

Pertanyaan ini diberikan pada awal-awal penelitian dan diajukan kembali lima tahun kemudian. Selama survei yang kedua, para peneliti juga bertanya tentang dua jenis teh hijau yaitu Sencha dan Bancha/Genmaicha.

Peneliti mencatat, di antara wanita tersebut, sekitar 12% di antaranya mengonsumsi kurang dari satu cangkir teh hijau dalam seminggu.Sementara 27% lainnya minum lima atau lebih cangkir sehari.

Studi ini juga memasukkan responden wanita yang minum lebih dari 10 cangkir sehari. Selama hampir 14 tahun dipantau, 350 wanita dari peserta studi menderita kanker payudara.

Namun, para peneliti tidak menemukan hubungan antara minum teh hijau dan risiko terjadinya kanker payudara. Dalam studi tersebut, Iwasaki menyebutkan bahwa salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah sudah ditetapkannya tujuan yang ingin dicapai sehingga sejumlah informasi partisipan dapat dikumpulkan sebelum diagnosis kanker payudara.

"Sehingga menghindari bias yang biasanya melekat pada penelitian yang menggunakan metode studi kasus," ujarnya.

Dr Stephanie Bernik, ahli bedah kanker payudara di Lenox Hill Hospital di New York City, Amerika Serikat, mengatakan bahwa sulit untuk mengatakan bahwa tidak ada manfaat sama sekali dari mengonsumsi teh hijau.

"Mungkin tidak ada manfaatnya, khusus untuk kanker payudara," katanya.

Bernik mencatat bahwa banyak wanita yang memiliki kanker payudara tertarik dengan pengobatan alternatif bila tindakan medis dari Barat tidak dapat menyembuhkan.

"Kami selalu mencari ilmu lebih lanjut tentang bagaimana mengobati kanker payudara dan mengurangi insiden kanker payudara," katanya.

"Wanita pasti tertarik dengan cara bagaimana mereka dapat memiliki gaya hidup sehat," lanjut Bernik.

Jennifer J Hu, seorang profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat di University of Miami School of Medicine's Sylvester Comprehensive Cancer Center, Amerika Serikat, menambahkan bahwa masalah dengan studi berbasis populasi adalah bahwa ketika Anda mencoba untuk melihat salah satu faktor tunggal, Anda akan tidak memperhitungkan faktor risiko lain yang dapat memengaruhi kesimpulan penelitian.

"Juga, hanya dengan minum teh hijau, Anda tidak mendapatkan cukup cara (mungkin senyawa untuk melawan kanker) untuk membuat banyak perbedaan," katanya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Hu tidak berpikir bahwa penelitian ini menjawab pertanyaan apakah teh hijau dapat atau tidak membantu seseorang mencegah kanker payudara.

Kanker payudara memang pantas dikatakan sebagai penyakit yang menakutkan bagi seorang wanita. Di dunia, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua terbanyak setelah kanker paru-paru, disusul kanker usus besar.

Sementara di Indonesia, jumlah penderita kanker payudara menduduki urutan kedua setelah kanker serviks (leher rahim). Tingginya jumlah kasus kanker payudara diduga karena perempuan kurang waspada terhadap perubahan payudaranya sehingga tak jarang menyebabkan kanker payudara terdeteksi pada stadium lanjut.

Padahal, deteksi dini dan peningkatan kewaspadaan disertai pengobatan yang sesuai dipercaya dapat menurunkan jumlah kematian karena kanker payudara.

Penyebab spesifik kanker payudara sebenarnya masih belum diketahui. Namun, terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara. Di antaranya riwayat keluarga, haid terlalu muda atau menopause di atas umur 50 tahun, melahirkan anak pertama di atas usia 35 tahun, pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan, kegemukan, konsumsi alkohol berlebihan, stres, faktor genetik, dan lain-lainnya.

Nie dia..Bunga Bangkai kembar yang tumbuh di Banyumas..

Bunga Bangkai Kembar Tumbuh di Banyumas….

BANYUMAS- Bunga bangkai kembar yang tumbuh secara bersamaan di pekarangan rumah milik Dariah (60), warga Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menjadi perhatian warga setempat.

Bunga bangkai yang oleh warga Banyumas dinamakan Kembang Suweg tersebut mempunyai ukuran tinggi yang sama yaitu 68 sentimeter. Namun untuk lingkar bunga bangkai ini masing-masing berukuran 125 sentimeter dan 105 sentimeter.

Bunga bangkai kembar ini tumbuh berdampingan dan hanya berjarak sekira setengah meter. Meski sudah tumbuh besar, namun bunga bangkai kembar ini pada kelopaknya belum membuka. Hal inilah yang membuat warga tidak segan-segan mendekat, karena kelopak belum terbuka, berarti belum mengeluarkan bau bangkai.

Munculnya bunga bangkai kembar tersebut langsung menjadi buah bibir warga setempat. Mereka yang penasaran datang ke pekarangan rumah Dariah hanya untuk melihat bunga bangkai. Soalnya, selama ini mereka belum pernah melihat bunga bangkai atau Kembang Suweg yang cukup besar seperti ini.

"Saya penasaran saja, kok ada Kembang Suweg sebesar ini," ujar Yuli warga Desa Karanglo, Selasa (9/11/2010).

Warga setempat mengaku bunga bangkai ini tumbuh sejak satu pekan lalu. Bunga bangkai ini sendiri ditemukan Dariah saat sedang membersihkan pekarangan. Sedangkan untuk menjaga bungai bangkai ini agar tidak rusak dan bisa tumbuh lebih besar, warga menutupinya dengan kurungan bambu.
New News Of the moon..!!!

Mbah Maridjan Meninggal Bukan karena Awan Panas Lhoo… 0_O?

Banyak yang meyakini kalau Mbah Maridjan juru kunci Gunung Merapi meninggal dunia karena terkena awan panas. Tapi Kepala Mitigasi Bencana dan Vulkanologi Surono atau akrab disapa Mbah Rono punya penilaian lain.

"Mbah Maridjan enggak langsung kena awan panas," kata Mbah Rono di RS Sardjito, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010).

Dia menjelaskan, Mbah Maridjan hanya terkena pinggiran awan panas, meski demikian panasnya mencapai 300 derajat celcius.

"Cuma pinggiran udara panas, awan panas waktu itu 800 derajat. Mbah Maridjan kena pinggiran suhunya 300 derajat," terangnya.

Dia melanjutkan, tentu bila melihat suhu setinggi itu, makhluk hidup pun tidak akan mungkin bertahan, termasuk Mbah Maridjan.

"Siapa yang bisa hidup sama suhu 300 derajat. Jadi sebelum awan panas datang ya menyingkir dahulu," tutupnya.

Mbah Maridjan ditemukan dengan luka bakar sambil bersujud menghadap ke selatan di dapur rumahnya di Kinahrejo, Cangkringan pada 26 Oktober pagi. Rumah Mbah Maridjan hanya berjarak 4 Km dari Merapi.